Kamis, 25 Maret 2010

Bukit Mujur


Bukit mujur berada dibawah lereng gunung Arjuna, tepatnya berada di wilayah desa Donowarih, kecamatan Karangploso, sekitar 5 km dari kota wisata Batu atau 10 km dari pusat kota Malang. Merupakan tempat yang menyenangkan untuk traking dan menikmati suasana alam yang menyegarkan karena masih sangat alami. Bukit ini tidak terlalu tinggi, sekitar 500m dari kaki bukit. Di puncaknya terdapat sebuah makam tua, yang menurut warga sekitar merupakan makam dari Setakumitir -salah satu patih di jaman kerajaan Blambangan. Tidak tahu kenapa makamnya bisa sejauh ini dari pusat kerajaan Blambangan di Banyuwangi sana. Untuk naik keatas, sudah disediakan tangga berundak layaknya naik keatas candi. Dari atas bukit kita bisa menikmati pemandangan lebatnya hutan pinus dan keangkuhan gunung Arjuna yang berada tepat di sebelah barat dayanya. Sebenarnya ada banyak bukit di sekitar lembah gunung Arjuna namun bukit Mujur adalah satu-satunya bukit yang bisa kita tempuh dengan mudah baik jalan kaki ataupun menggunakan kendaraan bermotor. Di atas bukit kita bisa menikmati pemandangan bukit-bukit lain dari kejauhan. Kalau cuaca lagi bagus kita juga bisa menikmati gunung Arjuna dari lembah sampai puncaknya tanpa halangan kabut.
Perjalanan ke bukit Mujur bisa ditempuh dengan jalan kaki dari pusat kecamatan Karangploso kurang lebih selama 2 jam. Jika kita melaui jalur timur, yaitu Girimoyo-Bocek-Supit Urang, bisa dilakukan sepenuhnya jalan kaki. Sepertiga perjalanan terakhir sebelum masuk hutan pinus akan bertemu dengan perkebunan jeruk dan tebu di kanan kiri jalan. Enaknya, jika lagi beruntung bertemu petaninya, kita bisa meminta jeruk secara gratis atau barter dengan makanan yang kita bawa. Sementara jika lewat jalur selatan Girimoyo-Donowarih-Tawangargo di perjalanan terakhir kita akan disuguhi dengan lebatnya perkebunan apel tapi sayang kita tidak bisa mengkonsumsinya karena dipagari rapat dan memang tidak diperjual belikan. Di jalur ini kita juga akan menemukan sebuah bangunan megah di tengah perkebunan apel yaitu peternakan ayam milik PT. Wonokoyo Rojokoyo. Kalau melalui jalur ini tidak sepenuhnya jalan kaki, kita harus naik angkutan dulu dari Girimoyo ke Tawangargo. Baru kemudian bisa dengan jalan kaki selama kurang lebih 1,5 jam. Ongkos angkutannya sekitar Rp. 2000 dan ditempuh hanya dalam waktu 10 menit.


Akhir-akhir ini, sepertinya Pemkab Malang sedang fokus membangun area bukit Mujur. Beberapa tahun yang lalu, diadakan kerja bakti massal untuk membuka jalur tembus bukit Mujur ke Singosari dan membuat bumi perkemahan tidak jauh dari bukit Mujur. Sekarang jalan tersebut sudah bisa dinikmati walaupun hanya berupa jalan tanah. Bahkan untuk bumi perkemahannya pertengahan tahun lalu menjadi tuan rumah Jambore Pramuka se-kabupaten Malang. Perlu diingat untuk jalan-jalan ke bukit Mujur kita harus menyiapkan bekal dari rumah terutama air dan juga fisik yang kuat. Karena jalan yang kita tempuh cukup jauh dan menanjak, disamping itu di atas bukit maupun diperjalan kita akan kesulitan menemukan air. Satu-satunya sumber air hanya bisa kita temukan di desa terakhir sebelum memasuki hutan pinus, itupun jika kita melalui jalur timur. Di jalur selatan kita tidak akan menemukan satupun sumber air. Penjual makanan jarang kita temukan, semuanya masih sederhana dan ala kadarnya. 


Sebenarnya kalau mau cepat sampai ke bukit kita bisa menggunakan sepeda motor yang bahkan bisa kita bawa sampai ke puncaknya, namun hal ini menjadi kurang ada tantangannya. Kita jadi tidak punya kesempatan untuk menelusuri hutan pinus dan mendengarkan suara daun-daunya yang bergesekan yang kadang-kadang seperti suara deburan ombak di laut. Disinilah justru menariknya jalan-jalan ke bukit Mujur bagi seorang treker sejati. Di hari minggu atau hari libur di puncak bukit kita akan banyak bertemu dengan treker-treker lain. Karena areanya tidak terlalu luas maka kita harus berbagi tempat lebih dekat dengan mereka, ini bisa membuat lebih akrab dan menyenangkan untuk berkenalan dengan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar