Selasa, 30 Maret 2010

Ijen Boulevard

Mengenang sejarah di masa lalu kadang sangat mengasyikan dan misterius. Sejarah diingat untuk dijadikan pelajaran dalam bertindak pada saat ini, yang buruk ditinggalkan yang baik tetap dipakai. Begitupun dengan kota Malang, ada banyak sejarah yang mengiringinya. Salah satunya adalah sebuah jalan yang cukup terkenal di kota Malang, Ijen Boulevard yang terletak di Jalan Raya Ijen kota Malang. Jalan ini panjang, luas dan begitu indah serta sejuk dipandang mata. Ijen Boulevard dahulunya merupakan kompleks elit orang Belanda. Dari sisi desain, lansekapnya sangat bagus dan sangat diperhitungkan sekali penataannya seperti komplek bangunan, pedestrian, jalan, maupun median jalan. Jalan ini membentang sepanjang hampir 2 km dimulai dari jalan Bundaran Simpang Balapan dan berakhir di perempatan jalan Kawi.



Komplek bangunan
Dahulunya komplek bangunan di Jalan Ijen ini sangat kental dengan bangunan Belanda pada umumnya. Namun saying saat ini keadaan bangunan banyak yang mulai berubah seiring perkembangan jaman. Dan apa daya untuk mengembalikan seperti semula juga tidak memungkinkan, hanya berharap kondisi asli yang masih bertahan tetap dijaga oleh pemiliknya. Di sana juga terdapat Museum Brawijaya yang bersejarah dan gedung perpustakaan modern yang berwarna oranye yang menyala. Dari depan Museum Brawijaya kita bisa menyaksikan keangkuhan deretan pegunungan yang menghalangi kota Malang dari ganasnya ombak laut selatan.
Pedestrian
Jika kita berjalan di area pedestrian di sepanjang jalan ini, sangat terasa nyaman dan sejuk.  Area pedestriannya sangat  luas dan lapang sehingga terhindar dari kendaraan dari samping kanan jalan. Pohon Palem Raja (Roystenea regia – Latin) menghiasi sepanjang pedestrian di Jalan Ijen. Selain itu berbagai macam bunga warna-warni, tanaman perdu dan rerumputan banyak ditanam di area pedestrian. Jalan ini merupakan jalan besar dua arah, dibagian tengahnya yang membentang sepanjang jalan juga ditanami dengan aneka bunga. Rumah-rumah yang berderet dipinggir jalan adalah rumah besar milik orang-orang penting di kota Malang, sebagian besar rumah-rumah tersebut adalah peninggalan dari jaman Belanda.
Jalan dan Median Jalan
Ini yang menarik. Jika kita melewati jalan ini, kita akan disuguhi oleh jajaran pohon palem raja dan median jalan penuh bunga yang perdu. Dengan jalan yang cukup lebar kita bisa lebih leluasa menikmati pemandangan dari kendaraan sewaktu melewatinya. Tak dipungkiri keindahan Ijen Boulevard menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang melewatinya. Konon Ijen Boulevard juga menjadi panduan bagi boulevar-boulevar yang terkenal di dunia, karena banyak orang luar yang meneliti desain boulevar ini.
Festival Malang Kembali
Setiap tahun pada bulan-bulan terakhir jalan ini dijadikan sebagai tempat sebuah kegiatan rutin yang menjadi ikon wisata terbaru kota Malang yaitu Event Malang Tempoe Doeloe atau Malang Kembali. Merupakan acara tahunan yang dilaksanakan setiap menjelang peringatan Ulang Tahun Kota Malang yaitu pada tanggal 1 April. Acara ini diadakan selama 1 minggu bertujuan untuk mengajak masyarakat dan wisatawan bernostalgia dengan kehidupan Kota Malang pada Tahun 1947. Jalan Ijen ditutup untuk semua jenis kendaraan modern mulai dari Bundaran Simpang Balapan sampai di ujung Jalan Kawi. Ruas jalan dibagi menjadi 3 blok yaitu, blok perjuangan, blok tradisi dan blok kolonial. Acara yang ditawarkan di dalamnya seperti Pameran Foto dan arsip dokumentary, panggung hiburan tradisional, terminal mobil dan kendaraan antik, keliling ijen naik dokar, pengobatan gratis, pasar jajanan rakyat, mainan dan permainan anak tempo dulu, layar tancap dokumenter, foto kuno raksasa, lomba kostum, puisi dan lagu anak tempo dulu.

Pada saat kegiatan, jalan Ijen akan ditutup total selama satu minggu untuk kendaraan, hanya boleh untuk para pedestrian. Sepanjang jalan akan dipenuhi dengan stan-stan dan toko-toko dadakan yang menjual aneka jajanan dan cinderamata tempo dulu serta panggung-panggung hiburan dan atraksi-atraksi menarik lainnya. Di event ini anda bisa menemukan aneka jajanan khas Malang yang sudah hampir punah seperti es Bandul Tali Merang, Gelali, Gula Kapuk, Arbanat dan masih banyak yang lainnya. (disadur dari http://www.desainlansekap.wordpress.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar