Selasa, 30 Maret 2010

Pulau Sempu dan Pantai Sendang Biru

Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu cukup terkenal di kalangan bacpackers mancanegara terutama dari negeri Belanda dan Perancis. Sehingga sekarang daerah wisata ini sudah terdaftar sebagai daerah yang layak dikunjungi dalam buku Guide Pariwisata Lonely Planet Travel Survival Kit. Pantai Sendang biru terletak 69 km ke arah selatan dari kota Malang. Untuk bisa berkunjung di Pantai Sendang biru harus melewati Turen, kemudian Sumbermanjing Wetan. Pantai Sendang Biru secara geografis terletak diantara 1 I2 40’ 45” - 11 2 42’45” Bujur Timur dan 8 27’24” - 8 27’54” Lintang Selatan sedangkan secara administrasi terletak di Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Pantai Sendang biru lebih dikenal sebagai tempat pendaratan dan pelelangan ikan di Kabupaten Malang. Pantai ini merupakan salah satu pusat penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Bernama pantai Sendang biru karena di pantai ini ada sumber air atau dalam bahasa Jawa yang berarti "sendang" yang berwarna biru jernih.
Pantai ini berhadapan dengan Pulau Sempu. Jarak keduanya hanya dipisahkan oleh sebuah selat sempit dan sangat cocok dipakai untuk berperahu atau olah raga air pantai lainnya. Perjalanan ke Pulau Sempu dapat ditempuh selama kurang lebih 25 menit dari Pantai Sendang Biru dengan menyewa perahu bermotor seharga Rp. 40.000,- per perahu yang dapat memuat sekitar 10 orang. Perjalanan yang ditempuh tidak membahayakan meskipun terletak di pantai selatan yang ombaknya terkenal besar, airnya tenang karena ombak yang besar terhadang oleh pulau tersebut, kecuali apabila wisatawan hendak mengelilingi Pulau Sempu yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia, di sana ombaknya besar dan bergulung-gulung. Dan biasanya kalau hendak mengelilingi pulau disarankan berangkat pada pagi hari karena saat pagi ombaknya tidak terlalu besar, tetapi untuk lebih amannya, kita bisa menanyakan kepada para nelayan setempat karena mereka lebih mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berlayar. Kalau lagi beruntung, selama perjalanan mengelilingi pulau, kita akan sering menjumpai lumba-lumba melompat-lompat di laut lepas. Sedangkan Selama perjalanan ke Pulau Sempu kita bisa melihat bambu-bambu yang disusun berpalang-palang dan dipasang oleh para nelayan di Pantai Sendang Biru yang pada malam hari akan diberi cahaya lampu guna untuk memancing ikan agar bergerombol dibawah bambu-bambu tersebut yang kemudian akan ditangkap oleh para nelayan dengan menggunakan jaring yang sudah dipersiapkan. Di Pulau Sempu sendiri ada beberapa lokasi wisata alam yang jangan sampai kelewatan untuk dikunjungi, lokasi-lokasi tersebut adalah:
Pantai Waru-Waru dan Telaga Lele
Pantai Waru-Waru adalah pantai di Pulau Sempu yang terdekat dengan Pantai Sendang Biru merupakan pintu masuk ke Telaga Lele dan juga sebagai tempat memancing. Sedangkan Telaga Lele adalah satu-satunya telaga air tawar yang ada di Pulau Sempu yang dapat ditempuh selama I jam dengan berjalan kaki dari Pantai Waru-Waru. Telaga ini berisikan Ikan Lele yang berlimpah, dulu menurut kepercayaan masyarakat setempat tidak boleh diambil karena keramat, tapi sekarang sudah ditepis oleh penduduk setempat bahwa pengunjung sudah dapat memancing Ikan Lele tersebut dan diyakini tidak akan tejadi sesuatu.
Teluk Semut dan Telaga Segara Anakan
Teluk Semut adalah tempat yang berpasir dan merupakan tempat masuk ke Telaga Segara Anakan. Di sini wisatawan dapat melihat kera abu-abu dan hitam berlarian kesana kemari, selain itu wisatawan juga dapat melihat pohon-pohon belukar dan papan nama yang bertuliskan kawasan cagar alam Pulau Sempu. Telaga Segara Anakan merupakan sebuah telaga yang memiliki luas 4 Ha dan merupakan telaga berair asin karena telaga tersebut adalah bagian dari laut yang dipisahkan oleh dinding curam berupa bukit-bukit terjal. Air laut masuk ke telaga ini melalui sebuah terowongan ketika air laut sedang pasang naik, pada saat itu pemandangan Telaga Segara Anakan akan sangat indah sekali. Daya tarik Telaga Segara Anakan lainnya yaitu adanya macam-macam ikan laut yang dapat dipancing seperti: ikan Kakap Merah, ikan Tongkol, ikan Kerapu. Selain itu keindahan koral dan bunga karangnya. Segara Anakan dapat ditempuh melalui Teluk Semut dengan berjalan kurang lebih 1.5 jam sejauh 9 kilometer. Untuk melihat deburan ombak yang sangat besar dari pantai selatan pulau Jawa dapat melanjutkan perjalanan kurang lebih 10 menit.

Perjalanan yang ditempuh untuk mencapai Telaga Lele dan Telaga Segara Anakan adalah jalan setapak yang lebarnya 0,5 m dengan pemandangan kanan kiri berupa pohon-pohon yang sangat besar dan rimbun, juga masih banyak dijumpai batang pohon yang sangat besar jatuh diatas tanah sehingga menyebabkan perjalanan yang dilalui menjadi tersendat-sendat. Selain itu salah satu sisinya terdapat jurang yang tidak terdapat pohon-pohon penahan. Ini peringatan agar pengunjung lebih berhati-hati ketika melintasi jalur ini. Cagar alam Pulau Sempu ini dihuni oleh bermacam-macam hewan antara lain seperti: Kera (macaca fascicularis), Kijang (muntiacus muncak), Babi hutan (sus sp), Burung Gagak, Burung Rangkok, dan Burung Wallet dan tidak ditinggali oleh penduduk alias tak berpenghuni.

Bagi para pengunjung yang mempunyai hobi memancing, mereka dapat menyalurkan hobinya baik di lokasi Pantai Sendang Biru maupun di lokasi Pulau Sempu seperti Telaga Lele, Telaga Segara Anakan, dan Pantai Waru-Waru dengan membawa peralatan sendiri atau dapat juga menyewa dari penduduk nelayan setempat. Bila menyewa dari nelayan, pengunjung dikenakan biaya Rp. 150,000,- per orang dengan waktu sewa dari pagi hari hingga sore hari. Biaya ini sudah termasuk biaya sewa alat pancing dengan umpan yang berupa ikan-ikan kecil seperti Ikan Teri. Untuk waktu memancing bisa dilakukan pada pagi hari maupun malam hari kecuali pada waktu bulan purnama. Karena berdasarkan pengalaman orang-orang yang memiliki hobi memancing, ikan-ikan tidak mau makan umpan mereka pada saat bulan purnama. Suasana perjalanan pengunjung yang hendak memancing akan lebih menyenangkan dengan adanya hewan-hewan penghuni cagar alam Pulau Sempu ini, karena sesekali wisatawan akan melihat kera-kera bergelantungan di atas pohon dan saling berkejar-kejaran .

Pada tanggal 7 atau 8 Syawal, banyak masyarakat yang naik perahu menuju Pulau Sempu untuk mengambil air tawar yang ada di sana. Menurut kepercayaan, air tawar Pulau Sempu mujarab untuk kesehatan atau kesembuhan. Air tawar tersebut ada di Telaga Lele.

Tapi sayang tempat wisata yang penuh potensi ini tidak begitu profesional dikelola. Penjagaan loket tiket masuk tidak terorganisir, sehingga banyak wisatawan yang datang tidak ditarik biaya masuk. Warung-warung yang menjual makanan kecil dan minuman kurang terjaga kebersihan dan mutunya. Prasarana air yang masih menggunakan air sumur bukan air PAM. Toilet umum yang keadaannya sangat kotor dan tidak terurus. Tidak adanya kantor informasi yang dibutuhkan para wisatawan untuk mendapatkan informasi yang lengkap. Tidak adanya pos penjaga di cagar alam Pulau Sempu sehingga pengawasannya tidak dapat dilakukan semaksimal mungkin. Seandainya saja semua itu bisa diperbaiki dan dikelola dengan baik, pasti Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu akan menjadi destinasi wisata yang menarik di kabupaten Malang dan bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi pemerintah dan masyarakat sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar