Rabu, 05 Mei 2010

Toko Oen

Memasuki Toko Oen anda akan diajak bernostalgia ke jaman Malang tempoe doeloe. Bangunan, furnitur dan makanannya adalah warisan jaman Belanda, tak heran jika setiap hari toko ini sering didatangi oleh wisatawan asing terutama Belanda untuk sekedar menikmati menu andalan Toko Oen, aneka ice cream. Sangat mudah mendapati Toko Oen karena lokasinya cukup strategis, diujung jalan Kayutangan dekat dengan alun-alun yang merupakan pusat kota Malang, tepatnya disebelah toko buku Gramedia. Bangunannya berwarna hijau tua, jendelanya besar-besar melengkung nyaris setengah lingkaran dengan gorden putih gading menutupi setengahnya. Interiornya juga kuno banget, kursi-kursi jadul, lemari kaca berwarna kuning berisi stoples-stoples lama, ada juga radio gede dan kuno di pojok ruangan. Semua furnitur adalah orisinal seperti saat restoran ini berdiri. Organ tunggal lagu-lagu keroncong lama dan stamboel juga kerap dimainkan. Penyempurnaan kesan jadul diperkuat tampilan buku menu yang tampil jadul banget, menu tertulis dalam dua bahasa , bahasa Belanda dan bahasa Indonesia. Pelayannya memakai seragam putih-puth model nonik-nonik Belanda jaman dulu. Siapapun yang memasuki restoran ini pasti terkesan karena designnya yang klasik dan tetap dirawat dengan baik sehingga kita akan merasa kembali ke  masa tempoe doeloe. Semua kursi yang ada masih terbuat dari rotan, begitu pula meja-meja semuanya terlihat kuno namun masih dalam keadaan yang sangat baik.

Di dekat kasir ada tulisan besar ’ WELKOM IN MALANG. TOKO "OEN" DIE SINDS 1930 AAN DE GASTEN GEZELLIGHEID GEEFT’, yang artinya selamat datang di toko oen yang berdiri sejak tahun 1930. Melihat tahun berdirinya berarti toko ini berdiri lima belas tahun sebelum kemerdekaan republik Indonesia. Sejak awal toko ini memang dikonsep untuk restoran orang-orang Belanda dengan slogan ’ A colonial landmark and prominent resaturant’. Toko Oen sudah berdiri sejak tahun 1930, dan sampai saat ini apabila anda sempat berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur maka anda akan melihat bahwa restoran ini masih berdiri dengan kokoh dengan tetap mempertahankan gaya kolonial Belanda jaman dulu pada designnya baik interior maupun exterior.
Restoran ini selalu ramai dikunjungi baik oleh penduduk lokal maupun turis-turis dari manca negara. Kebanyakan dari turis-turis tersebut sudah berusia lanjut, karena mereka memang khusus datang mengunjungi restoran ini untuk bernostalgia bersama teman-teman sambil menikmati hidangan yang lezat.
Menu andalan Toko Oen adalah aneka ice cream, steak, huzarensla, banana split dan kue-kue jadul jaman dulu seperti oentbikoek, poffertjes, bruinen bonen sup dan masih banyak lagi. Di toko ini juga dijual aneka cinderamata, buku dan peta khas Malang. Semua kuenya dibuat hand-made dengan cara-cara tradisional dan resep yang turun-temurun. Makanan yang disajikan dalam restoran ini memang lebih cenderung ke masakan Eropa khususnya Belanda, hal ini bisa anda temukan dalam menu yang kebanyakan dalam bahasa Belanda dengan terjemahan bahasa Indonesia. Namun juga terdapat banyak makanan lainnya seperti Chinese Food dan Indonesian tentunya. Yang terkenal dari Toko Oen tentu adalah ice cream dan hidangan bistik-nya, antara lain adalah bistik lidah sapi. Apabila mencoba ice cream dari Toko Oen, maka anda akan merasakan rasa yang khas karena memang berbeda dengan yang pernah anda rasakan di tempat lain, campuran rasanya benar-benar terasa murni dan harum. Selain itu dalam restoran ini juga terdapat bakery yang menyediakan kue-kue dan roti-roti yang beraneka ragam.

Toko Oen:
Jalan Basuki Rachmat Nomor 5 Malang, Jawa Timur.
Teleponnya: (0341) 364 052

Tidak ada komentar:

Posting Komentar